Review Novel My Creepy Diary by Ayumi Chintiami

Menulis diary adalah salah satu kegiatan yang membanggakan dan juga menggelikan di dalam hidup gue. Kelas 5 SD, gue mulai menulis diary. Gue tulis kekesalan gue di sana saat Nyokap gak ngijinin gue main PS. Gue tulis kebahagiaan gue di sana saat mulai naksir cewek di kelas sebelah. Akhirnya setelah lulus SD, gue tobat. Gue berhenti nulis diary. Karena buku diary gue kena razia osis-osis di SMP dulu gara-gara sampulnya isi gliter gitu. Bajingnya lagi, mereka baca isi curhatan gue di depan kelas dengan bangganya. Tai banget.

Walaupun banyak kehinaan yang gue rasakan akibat sering menulis diary waktu SD, ada juga kok sisi membanggakannya. Akibat sering nulis diary di meja belajar di kamar, gue disangka rajin belajar sama Nyokap. Gue juga dibangga-banggain Nyokap ke keluarganya. Dibilangnya gue sering belajar tanpa harus disuruh maupun ditemenin. Aku menulis diary Mama bukan belajar!

Durhaka banget lo! Dari kecil udah bisa ngebohongin nyokap lo!

Eits santai dong pak. Gue kan gak sengaja. Lagian Nyokap juga yang salah. Kenapa dia gak nyamperin gue ke kamar saat lagi nulis diary? Kali aja Nyokap bisa duet menulis bareng gue gitu. Gue menulis diary dan Nyokap menulis laporan keuangan keluarga. Keren kan?

Udah ah. Lo ngomongin diary mulu!

#YaelahBro bahasan gue kali ini ada hubungannya sama diary soalnya. Santai dong! Oh iya sebelum kelupaan, gue mau menyapa teman-teman pembaca dulu nih. Apa kabar nih kalian? Apaaa? Kok gak dijawab sih? Oke, gue mendengar ada setengah triliun pembaca yang bilang “BAIK.” Jomblo apa kabar? Masih sendirian aja? Sabar yee! Gue jomblo juga kok. Ini bukan MODUS. #BukanKode

Dalam rangka Virtual Book Tour Horror yang diadain sama Bukune, kali ini gue akan me-review sebuah novel horor. Kemarin kan gue udah sempat me-review novel horror juga tuh, belum baca yang itu ya? Nih klik. Kalau udah baca, silakan simak yang ini! Novel horor kali ini ada hubungannya sama diary. Penasaran apa itu? Yaps! My Creepy Diary karya Ayumi Chintiami.

source: klik
Judul: My Creepy Diary
Penulis: Ayumi Chintiami
Penerbit: Bukune
Genre: Horor
Tebal: 264 halaman
Terbit: tahun 2013
ISBN: 602-220-103-9

Deskripsi:

Masih teringat jelas kali pertama pengalamanku bersinggungan dengan suatu yang berasal dari dunia lain. Aku yang masih kecil sedang bermain dekat pohon yang kemudian terkenal angker. Dari gelapnya langit mendung, sesosok wanita terlihat melayang menembus benda-benda, kemudian terbang dan menghilang di atas pohon. Saat itu, aku hanya bisa diam…, bahkan terlalu takut untuk berteriak.

Aku tidak pernah menyangka jika itu hanyalah awal dari banyak kejadian seram lainnya. Semua yang kualami membuatku merasa tidak nyaman. Aku takut mereka menggangguku atau mencelakaiku nanti. Sampai aku menyadari…, mereka menginginkan sesuatu dariku.

Namaku Ayumi. Keseharianku sebagai orang yang bisa melihat dan berbicara dengan “mereka”, membuatku memiliki dua dunia. Siang yang indah dan malam yang mencekam. Semuanya kutuliskan dalam sebuah buku harian…, My Creepy Diary.

***

Novel ini bercerita tentang pengalaman seorang gadis indigo terhadap dunia gaib yang ditulis di diarynya. Berawal saat dia kecil, dia keluar rumah untuk membeli sebuah penghapus dan penggaris. Sampai di toko, ternyata cuman penghapus aja yang ada. Akhirnya dia hanya membawa pulang sebuah penghapus. Di perjalanan pulang, dia melihat segerombolan anak kecil yang sedang bermain di bawah pohon angker di malam hari. Kenapa anak-anak itu dibiarkan bermain malam-malam begini ya? Sampai akhirnya dia melihat segerombolan anak kecil itu lagi yang sedang mengangkat keranda mayat. Wajah mereka ternyata… tua?! Mereka setan!

Sejak itu, dia terus melihat hal-hal mistis lainnya. Tak ada tempat yang sepi. “Mereka” selalu ada. Di rumah kosong sekalipun tidak sepenuhnya kosong. Ada yang menempati. Makhluk-makhluk yang tidak kasat mata. Dia sering didatangi oleh mereka untuk meminta bantuan. Kebanyakan dari mereka arwahnya belum tenang. Karena masih ada hal yang mesti disampaikan. Hihihihihihi *ketawasetanceritanya*.

Pertama adalah anak kecil yang mendatanginya saat dia di rumah sakit. Ayu harus dirawat di rumah sakit karena bermasalah dengan jantungnya. Saat dia sudah pulih dan mesti balik ke rumah, dia didatangi oleh anak kecil. Tingginya sekitar 130 centimeter, memakai kaos Ben 10, dan memiliki pipi yang chubby. Dia adalah Hiro. Hiro meminta tolong ke Ayu agar menyampaikan pesan ke orang tuanya. Hiro berpesan kalau dia sudah tenang di sana dan memohon agar orang tuanya selalu mendoakannya. Ayu pun bersedia membantu Hiro.

Ayu pun pergi ke rumah Hiro dengan tuntunan Hiro langsung. Sesampainya di sana, Ayu langsung menyampaikan pesan dari Hiro ke orang tuanya. Orang tuanya bisa menerima dengan ikhlas. Hiro yang berada di ruang itu pun tersenyum kepada Ayu. Beberapa saat kemudian, Hiro menghilang dari sana. Sepertinya dia sudah kembali ke tempat dimana semestinya dia berada. Hiro sudah tenang.

Kedua, hmm… eh, biar lebih afdol, baca aja deh novel ini untuk mengetahui kelanjutannya. Oke?

I rate 3.5 of 5 stars for this book.

Mulai dari kovernya yaa. Keren banget! Kesan creepy dapet banget. Buat ilustator kovernya gue kasi jempol deh! Horeee..

Gue bisa menikmati cerita di setiap chapter yang ada. Alurnya ngalir dengan apik. Sehingga gue nyaman aja gitu bacanya. Top deh! Plotnya juga rapet. Kayak habis pake sabun sirih gitu. *eh.

Penulis juga bisa bernarasi dengan apik. Pemilihan kata sesuai dengan konteks kalimat yang ada. Di setiap chapter (gue sebut misi, karena Ayu ini membawa misi untuk menolong “mereka” yang belum tenang) di bagian akhir ceritanya selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Keren lah menurut gue. Ada pelajaran yang bisa diambil pembaca juga dari setiap kasus yang ada.

Tapi gue ngerasa terlalu datar aja gitu yaa ceritanya. Di setiap chapter kan ada hantu yang mesti di tolong. Nah mayoritas itu si Ayu ini berhasil meyakinkan keluarga atau orang tua hantu ini bahwa mereka sudah tenang di alam sana. Hanya ada satu yang gagal. Ayu tidak bisa menolong hantu wanita korban bunuh diri akibat disiksa suaminya. Gue ngerasa kurang greget aja gitu yaa, mayoritas berhasil soalnya. Apa otak gue terlalu dangkal yaa untuk menikmati cerita horor? Mungkin saja.

Masih ada typo juga yang gue temukan di novel ini. Coba kita lihat halaman 138. Ada kata “alu” di sana, mungkin maksud penulis adalah “aku”. Dan juga di halaman 151. Ada kata “alamt” di sana, mungkin maksud penulis adalah “alamat”. Ya namanya juga manusia, gue juga sering typo kalau lagi nulis.

So far so good. Horrornya dapet lah dari cara penulis menggambarkan situasinya. Gue nyaman bacanya. Novel ini pun gue lahap sampai habis. Soalnya penasaran sama chapter selanjutnya. Keren.

Siapa nih yang buat ilustrasi yang ada di dalam novelnya?! Mana orangnya mana?! Gue kasi dua jempol dulu deh buat kamu! Mbak atau mas, gila gambarnya keren banget. Horor bangetttt!!

source: Dok. Pribadi
Serem gilaaaa! Gue aja sampai gini nih sehabis baca novel ini gegara ketakutan sama cerita dan ilustrasinya. Aduh.

source: Dok. Pribadi

Masih banyak lagi ilustrasi yang serem-serem. Penasaran? Baca dong novel ini!

Gue rekomendasikan novel ini ke semua orang yang pecinta novel horor maupun tidak. Dari yang gak kritis maupun menye-menye kayak gue dalam membaca buku. Novel ini tidak mengecewakan kok! Jangan bacanya malam hari yaa, apalagi di kuburan. Nanti kamu ngerasa mistis! Hiiiiiiiiii…..

source: Dok. Pribadi

Sekian deh review novel My Creepy Diary karya Ayumi Chintiami dari gue. Mohon maaf apabila ada kesalahan-kesalahan kata selama me-review tadi. Mudah-mudahan review ini bermanfaat yaa buat kalian. Kali aja setelah membaca review gue, makin banyak yang penasaran sama novel ini, dan makin banyak pula yang beli. Aamiin.

Gue cabut dulu yee! Bye.

Thanks for reading!

10 komentar

Kasihan juga ya, gegara diary dibully sama senior. Coba waktu itu hits Dear Diary udah ada, hahahaaa

Sekarang males baca novel, apalagi novel horor, bisa ngompol. Hahaha

Balas

Iyaa.. senior bejat emang mereka. Hahaha

Ngompol gegara novel horror? Gak bohong kan?

Balas

wihhh beli berapa buku sih bang tiap minggu? review bukunya banyak amat :D

Balas

Buku gratis brooo :D

Balas

ah, ngegantung banget. musti beli ni buku!

Balas

Hahaha.. sok atuh beli bukunya :D

Balas

Buku horor. Kayaknya bagus, tapi takut :|

Balas

Jangan takut, kan ada saya *eh.

Balas

Terima kasih Wangga, reviewnya bagus tapi lucu. Hahahaha...

Maaf ya udah bikin kamu takut *sini2 peluk sama kakak* #eh

Eniwei yang buat cover depannya namanya teteh Gita Mariana, sementara ilustrasi biadab (karena aku juga takut lihat ilustrasinya) yang ada di dalam buku itu yang bikin Evelline Andrya.

Balas

Sama sama. Thanks juga sudah suka sama reviewnya :D

Wah mbak-mbak yaa keren yaa. Gambarnya horror semua. Hiiiiii serem.

Balas

Setelah membaca, yuk donasikan komen bekualitas kalian ke blog ini! Komen yang baik dan berkualitas dari kalian sangat berarti bagi gue. Tulis di bawah ini ya!

Hak Cipta 2014 - Wangga Kharisnu's Blog
Desain oleh Jang!